Dec 19

Kapal Bor Eksplorasi
Kapal bor eksplorasi PT. Timah Persero

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan panjang pantai lebih dari 81.000 km dan hampir 2/3 wilayah kedaulatannya berupa laut yang memiliki banyak potensi kekayaan alam hayati dan non-hayati (di antaranya adalah sumber daya mineral). Sumber kekayaan alam tersebut, menurut amanat Pasal 33 UUD 1945 harus dikelola secara berkelanjutan untuk sebesar-besarnya bagi kesejahteraan rakyat. Potensi sumber daya mineral yang diperkirakan sangat besar tersebut belum optimal dalam masalah kebijakan, aturan, pemanfaatan dan pengelolaannya. Saat ini, cadangan mineral di daratan sudah mulai sulit diperoleh, di samping karena cadangan tersebut banyak terletak di areal hutan lindung, juga jumlah cadangannya sudah mulai menipis, sehingga perlu mencari alternatif cadangan baru. Tidak hanya di bagian barat saja, saat ini di laut dalam di Indonesia Timur pun, mempunyai potensi mineral berharga yang diperkirakan sangat banyak. Menurut para peneliti Puslitbang Geologi Kelautan, berdasarkan hasil pemetaan sumber daya mineral bawah laut, terdapat gunung api bawah laut berpotensi terakumulasinya mineral hidrotermal yang mengandung bahan tambang. Demikian juga di daerah-daerah lain di Indonesia, masih sedikit mendapatkan perhatian. Continue reading »

Dec 17

Uji pemompaan untuk mengetahui besaran debit akuifer dalam kegiatan eksploitasi air tanah masih dilakukan dengan cara dan peralatan yang konvensional.

Automatic Water Level Monitoring System (AWLMS) merupakan prototipe peralatan uji pemompaan untuk memantau dan merekam data debit aliran air tanah dan level muka air tanah secara otomatis saat aktivitas uji pemompaan bertahap (step drawdown test) dan uji kambuh (recovery test), baik pada sumur produksi maupun sumur pantau.

Alat ini dapat menghindari kesalahan pengukuran dan pembacaan data yang diakibatkan oleh penggunaan sensor yang kurang memadai untuk berbagai kondisi air tanah. Continue reading »

Dec 16

Lumpur anoda merupakan produk samping proses electrorefining tembaga yang di dalamnya masih terkandung sejumlah ter-tentu logam-logam berharga seperti Au, Ag, Pt, Pd, Se dan Bi. Hingga saat ini, ekstraksi logam-logam berharga dari lumpur anoda PT. Smelting Gresik (satu-satunya copper smelter di Indonesia saat ini) belum dilakukan di dalam negeri dimana lumpur anoda dikirimkan ke Jepang untuk proses pemisahan Au, Ag, Se, Pt dan Pd. Selain mengandung Au dan Ag dalam jumlah yang signifikan, lumpur anoda PT Smelting Gresik juga memiliki kandungan Pb yang cukup tinggi hingga > 50%. Teknologi proses pengolahan lumpur anoda yang telah di implementasikan di industri secara umum menggunakan jalur piroelektrometalurgi maupun hidrometalurgi dan umumnya mengolah lumpur anoda dengan kandungan Pb yang tidak terlalu tinggi. Continue reading »

Dec 16

Hutan merupakan penyimpan biomasa vegetasi yang sangat tinggi, sehingga hutan mempunyai fungsi sebagai penyerap karbon dioksida (CO2). Vegetasi hutan menyerap karbon dioksida dari udara dan mengubah zat tersebut menjadi bahan organik melalui proses fotosintesis.

Deforestasi dan degradasi hutan akibat proses pertambangan memberikan dampak yang sangat besar bagi perubahan iklim global, karena perubahan penggunaan lahan hutan mejadi bukan hutan menyebabkan vegetasi hutan yang menyerap emisi CO2 di udara semakin berkurang. Deforestasi dan degradasi hutan di kawasan pertambangan umumnya terletak di daerah yang mempunyai aksesibilitas yang sangat rendah, sehingga teknologi penginderaan jauh merupakan metode yang tepat dalam melakukan monitoring perubahan penggunaan lahan hutannya. Continue reading »

Dec 15

Sejalan dengan semakin berkembangnya pembangunan di dalam negeri, pemanfaatan batubara sebagai energi alternatif terus meningkat, mengingat sumber daya batubara Indonesia masih sangat menjanjikan. Sejalan dengan Peraturan Pemerintah Nomor 5 Tahun 2006 di mana batubara akan mempunyai kontribusi pada bauran energi nasional pada tahun 2025 sebesar 33%. Namun demikian, tidak semua cadangan batubara dapat dieksploitasi secara konvensional, baik dengan tambang terbuka maupun bawah tanah. Selain itu, pemerintah juga khawatir tentang polusi yang disebabkan oleh pembakaran batubara dan kerusakan lingkungan yang berkaitan dengan eksploitasi batubara. Continue reading »

Dec 09

Sejak diberlakukannya Peraturan Menteri ESDM Nomor 34 Tahun 2009 tentang Pengutamaan Pemasokan Kebutuhan Mineral dan Batubara untuk Kepentingan Dalam Negeri, atau dikenal dengan Domestic Market Obligation (DMO), secara bertahap krisis energi (batubara) dapat teratasi; terlebih setelah harga batubara dunia pada tahun 2014 mengalami penurunan, semakin mudah industri pengguna dalam negeri mendapatkan batubara. Permasalahan lain yang muncul adalah besaran yang telah ditetapkan untuk memenuhi kebutuhan dalam negeri tidak sesuai dengan target yang telah ditetapkan. Continue reading »

Dec 09

Pengusahaan pertambangan, di samping dituntut untuk memberikan keuntungan bagi para pelaku ekonomi, juga dituntut untuk dapat memberikan manfaat eksternal dalam membantu memecahkan permasalahan pembangunan, antara lain peningkatan pendapatan domestik, peningkatan produksi dalam negeri, serta penciptaan dan perluasan Manfaat eksternal tersebut, antara lain dapat dicapai melalui upaya peningkatan penggunaan barang dan jasa produksi dalam negeri dalam kegiatan pengusahaannya. Continue reading »

Nov 28


Hopper hasil modifikasi

Rancang bangun gasifier skala IKM bermula dari pengalaman rancang bangun tungku berbahan bakar briket batubara yang telah diimplementasikan pada industri Rumahan dan beberapa pesantren.

Permasalahan yang ditemui selamaimplementasimemunculkanpertanyaan “mampukah bahan bakar padat seperti briket batubara ataupun batubara menjadi bahan bakar yang praktis dan bersih”. “Praktis” di sini adalah mampu dioperasikan secara mudah, efisien, dan ramah lingkungan serta dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan energi industri pengguna, sehingga menarik minat industri untuk beralih menggunakan bahan bakar briket batubara/batubara. Continue reading »

Nov 25

Pembakar siklon merupakan alat pembakar tepung bahan bakar padat yang efektif, karena kondisi turbulensinya yang tinggi.

Pembakaran secara co-firing tepung batubara dengan biomasa berupa serbuk gergaji telah memberikan efisiensi energi yang tinggi yaitu 56-69%. Hal ini mendekati efisiensi penggunaan bahan bakar gas (± 65%).

Dengan pembakar siklon sederhana, berpotensi untuk diimplementasikan di UKM dan industri umumnya, karena dapat menggantikan BBM/BBG dengan pembakaran yang bersih tak berasap dan ekonomis. Continue reading »

Apr 17


Peralatan tungku pembakar ter

Proses gasifikasi batubara dengan teknologi fixedbed menghasilkan ter.
Ter merupakan campuran senyawa hidrokarbon rantai panjang yang berfase uap pada suhu operasi gasifikasi tetapi akan mencair pada suhu kamar. Limbah ter dikategorikan sebagai limbah B3 sehingga diperlukan penanganan khusus terhadap limbah tersesuai dengan peraturan lingkungan hidup yang berlaku.

Puslitbang Teknologi Mineral dan Batubara berhasil mengembangkan tungku pembakar ter untuk mendegradasi ter menjadi gas buang yang dapat dibuang langsung ke udara tanpa mencemari lingkungan. Selain itu, pembakaran ter juga menghasilkan energi panas. Energi ini dapat dimanfaatkan untuk menghasilkan uap yang diperlukan dalam proses gasifikasi. 1 liter ter dapat menghasilkan 11 kg uap. Continue reading »